Jumat, 02 Desember 2011

MENGHAPUS KEBIASAAN MEROKOK

Rokok memang tak dapat dipisahkan dari kehidupan,khususnya bagi kaum pria. Saat ini rokok semakin menguatirkan. Tingginya kematian akibat rokok melebihi jumlah manusia yang mati akibat HIV/AIDS, dan membunuh lebih banyak manusia disbanding kecelakn dan pembunuhan di sengaja.
Satu berita yang lebih membuat kita miris adalah kenyataan bahwa 25% perokok, mulai merokok aktif sejak usia dibawah 10 tahun. Data tersebut belum termasuk data anak-anak perokok pasif yang menghirup asap rokok di lingkungan sekitarnya. Perokok pasif adalah mereka yang tidak merokok namun mendapatkan akibat dari asap rokok. Data WHO menyebutkan, sekitar 700 anak menghirup udara yang tercemar asap rokok, terutama di dalam rumah.
Rokok, juga telah menjadi penyebab sakit dan matinya sumber daya manusia di muka bumi, karena terdapat beberapa kemungkinan yaitu:
·         90% terkena penyakit kanker paru
·         75% terkena penyakit paru obstruksi kronis (PPOK)
·         25% terkena penyakit jantung
·         Pada perempuan hamil, rokok dapat menyebabkan bayi lahir sebelum waktunya dan mengalami perlambatan pertumbuhan.
·         Meningkatkan kemungkinan kematian perinatal (kematian saat lahir)
Nah, tidakkah sebaiknya kita bias menghentikan atau meminimalisir merokok,khusunya pria.
Berhenti Merokok:
Berhenti merokok memang tidak mudah. Menurut Dr. Aulia Sani SpJP(K),FJCC,FIHA, sulit berhenti merokok disebabkan oleh tiga hal, yaitu:
        i.    Pertama adalah kondisi fisiologis tubuh yang telah terbiasa dengan rasa nikmat yang ditimbulkan nikotin. Penghentian konsumsi rokok secara tiba-tiba akan memunculkan rasa ketagihan rasa nikmat yang dihasilkan nikotin.
      ii.            Kedua adalah kondisi psikologis perokok. Ketika berhenti merokok, seseorang akan merasa mudah cemas, tidak percaya diri, kemampuan mengingat berkurang, kecerdasan menurun, mood labil, dan nafsu makan meningkat. Semua itu disebabkan oleh menurunnya kadar nikotin dalam tubuh. Penurunan kadar nikotin tersebut menghasilkan penurunan kadar zat yang menimbulkan rasa nikmat dan percaya diri.
    iii.            Ketiga adalah kebiasaan. Kebiasaan yang dimaksud adalah kegitan yang rutin dikerjakan seseorang sambil merokok, misalnya merokok setelah makan, merokok sesudah mengajar, sampai merokok ketika buang air besar. Dengan kebiasaan tersebut, berhenti merokok akan menjadi lebih sulit karena setip kali kebiasaan tersebut dilakukan akan mengingatkan seseorang untuk merokok.
Karena tiga hal tersebut, berhenti merokok dirasakan sangat sulit dan mustahil. Padahal, akibat dari konsumsi rokok adalah penyakit dan kematian.
Pada kenyataannya, semua efek yang ditimbulkan nikotin tersebut bersifat semu. Jika kebiasaan merokok dihentikan, mka semua efek hebat tersebut akan sirna. Selain semu, rasa nikmat yang ditimbulkan nikotin dalam jangka panjang juga membuat tubuh bertoleransi dan akhirnya membutuhkn pasokan nikotin lebih banyak lagi. Hal tersebut dirasakan perokok sebagai keinginan untuk menambah jumlah rokok perhari dan meningkatkan kekuatan penghisapan saat merokok.
Untuk membantu proses berhenti merokok, para ahli telah membuat banyak terobosan. Beberapa waktu lalu dikeluarkan obat untuk berhenti merokok dalam berbagai macam bentuk. Terapi tersebut diberikan dalam bentuk patch, permen karet, obat hirup, obat semprot, obat semprot hidung, dan tablet hisap.
Berhenti merokok adalah satu-satunya jalan untuk terhindar dari berbagai penyakit yang kerap mengintai perokok, termasuk kematian dini akibat rokok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar