Rokok
memang tak dapat dipisahkan dari kehidupan,khususnya bagi kaum pria. Saat ini
rokok semakin menguatirkan. Tingginya kematian akibat rokok melebihi jumlah
manusia yang mati akibat HIV/AIDS, dan membunuh lebih banyak manusia disbanding
kecelakn dan pembunuhan di sengaja.
Satu
berita yang lebih membuat kita miris adalah kenyataan bahwa 25% perokok, mulai
merokok aktif sejak usia dibawah 10 tahun. Data tersebut belum termasuk data
anak-anak perokok pasif yang menghirup asap rokok di lingkungan sekitarnya.
Perokok pasif adalah mereka yang tidak merokok namun mendapatkan akibat dari
asap rokok. Data WHO menyebutkan, sekitar 700 anak menghirup udara yang tercemar
asap rokok, terutama di dalam rumah.
Rokok,
juga telah menjadi penyebab sakit dan matinya sumber daya manusia di muka bumi,
karena terdapat beberapa kemungkinan yaitu:
·
90% terkena penyakit kanker paru
·
75% terkena penyakit paru obstruksi
kronis (PPOK)
·
25% terkena penyakit jantung
·
Pada perempuan hamil, rokok dapat
menyebabkan bayi lahir sebelum waktunya dan mengalami perlambatan pertumbuhan.
·
Meningkatkan kemungkinan kematian
perinatal (kematian saat lahir)
Nah,
tidakkah sebaiknya kita bias menghentikan atau meminimalisir merokok,khusunya
pria.
Berhenti Merokok:
Berhenti
merokok memang tidak mudah. Menurut Dr. Aulia Sani SpJP(K),FJCC,FIHA, sulit
berhenti merokok disebabkan oleh tiga hal, yaitu:
i. Pertama adalah kondisi fisiologis tubuh
yang telah terbiasa dengan rasa nikmat yang ditimbulkan nikotin. Penghentian
konsumsi rokok secara tiba-tiba akan memunculkan rasa ketagihan rasa nikmat
yang dihasilkan nikotin.
ii.
Kedua adalah kondisi psikologis perokok.
Ketika berhenti merokok, seseorang akan merasa mudah cemas, tidak percaya diri,
kemampuan mengingat berkurang, kecerdasan menurun, mood labil, dan nafsu makan
meningkat. Semua itu disebabkan oleh menurunnya kadar nikotin dalam tubuh.
Penurunan kadar nikotin tersebut menghasilkan penurunan kadar zat yang
menimbulkan rasa nikmat dan percaya diri.
iii.
Ketiga adalah kebiasaan. Kebiasaan yang
dimaksud adalah kegitan yang rutin dikerjakan seseorang sambil merokok,
misalnya merokok setelah makan, merokok sesudah mengajar, sampai merokok ketika
buang air besar. Dengan kebiasaan tersebut, berhenti merokok akan menjadi lebih
sulit karena setip kali kebiasaan tersebut dilakukan akan mengingatkan
seseorang untuk merokok.
Karena
tiga hal tersebut, berhenti merokok dirasakan sangat sulit dan mustahil.
Padahal, akibat dari konsumsi rokok adalah penyakit dan kematian.
Pada
kenyataannya, semua efek yang ditimbulkan nikotin tersebut bersifat semu. Jika
kebiasaan merokok dihentikan, mka semua efek hebat tersebut akan sirna. Selain
semu, rasa nikmat yang ditimbulkan nikotin dalam jangka panjang juga membuat
tubuh bertoleransi dan akhirnya membutuhkn pasokan nikotin lebih banyak lagi. Hal
tersebut dirasakan perokok sebagai keinginan untuk menambah jumlah rokok
perhari dan meningkatkan kekuatan penghisapan saat merokok.
Untuk membantu proses
berhenti merokok, para ahli telah membuat banyak
terobosan. Beberapa waktu lalu dikeluarkan obat untuk berhenti merokok dalam
berbagai macam bentuk. Terapi tersebut diberikan dalam bentuk patch, permen
karet, obat hirup, obat semprot, obat semprot hidung, dan tablet hisap.
Berhenti
merokok adalah satu-satunya jalan untuk terhindar dari berbagai penyakit yang
kerap mengintai perokok, termasuk kematian dini akibat rokok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar